Setelah Nikah, Saya Mensyukuri Hal-Hal Berikut Ini karena Nggak Semua Pasutri Bisa Merasakannya

Sejatinya, menikah bukan cuma soal menyatukan dua kepala dalam satu atap, tapi juga soal bagaimana kita mengelola syukur di tengah realitas hidup yang sering kali nggak mudah.

Setelah menjalani kehidupan rumah tangga bersama istri (walau belum berumur 1 tahun, per artikel ini tayang), saya baru sadar bahwa kebahagiaan itu nggak harus selalu soal kemewahan.

Ada beberapa hal sederhana yang sering saya syukuri setiap hari. Hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang terlihat biasa, tapi bagi saya adalah berkah luar biasa karena saya tahu, nggak semua pasangan suami istri (pasutri) di luar sana punya kesempatan atau kondisi yang sama.

1. Hidup Tenang Tanpa Beban Utang

Salah satu hal yang paling saya syukuri adalah kami bisa menjalani hari tanpa bayang-bayang utang. Di era sekarang, godaan untuk berutang itu besar sekali—mulai dari kredit barang yang nggak terlalu perlu sampai pinjaman konsumtif lainnya.

Banyak pasutri yang baru menikah langsung terjebak dalam siklus cicilan yang bikin tidur nggak nyenyak. Bisa makan dan tidur tenang tanpa dikejar-kejar jatuh tempo utang itu adalah kemewahan yang hakiki bagi saya. Kami memilih hidup apa adanya, asalkan hati tenang.

2. Tagihan Rumah Tangga Aman

Bekerja dari rumah sebagai SEO Writer dan mengelola Google Ads sangat bergantung pada dua hal: listrik dan koneksi internet. Makanya, ketika setiap bulan saya bisa melunasi tagihan WiFi, token listrik, hingga air tepat waktu, ada rasa lega yang luar biasa.

Mungkin terdengar sepele, tapi bagi pasutri, urusan tagihan bulanan bisa jadi pemicu stres kalau nggak terkelola dengan baik. Bisa memastikan semua fasilitas rumah tetap berjalan tanpa kendala adalah bentuk keberhasilan kecil yang selalu saya rayakan dalam hati.

3. Aktivitas Makan di Luar Seminggu Sekali

Kami punya ritual sederhana: makan di luar, setidaknya seminggu sekali. Kadang cuma cari kuliner kaki lima atau sekadar ngopi santai. Saya sangat mensyukuri momen ini karena saya tahu, di luar sana banyak pasutri yang harus berjuang ekstra keras untuk sekadar makan enak.

Bagi teman-teman yang gajinya masih mepet UMR dan harus “dicukup-cukupkan” buat biaya anak atau kontrakan, makan di luar mungkin jadi agenda yang berat. Itulah kenapa, setiap kali saya dan istri duduk di meja makan restoran atau kedai favorit, saya selalu ingat untuk berterima kasih atas rezeki yang sedang kami nikmati.

4. Memiliki Mertua dan Keluarga Pasangan yang Super Baik

Ini adalah berkah yang paling sering orang lupakan. Saya merasa beruntung sekali memiliki mertua dan keluarga pasangan yang sangat mendukung serta baik hati. Di luar sana, nggak sedikit pasutri yang hubungannya retak—bahkan sampai cerai—hanya karena konflik dengan keluarga besar atau drama mertua.

Punya keluarga besar yang tidak ikut campur urusan rumah tangga secara negatif, tapi selalu ada saat dibutuhkan, adalah anugerah yang luar biasa. Dukungan mereka membuat perjalanan rumah tangga kami jadi jauh lebih ringan dan penuh tawa.

Syukur adalah Kunci

Pada akhirnya, rumah tangga itu soal bagaimana kita melihat apa yang kita punya, bukan apa yang orang lain pamerkan. Hal-hal di atas mungkin sederhana, tapi bagi saya, itulah fondasi kebahagiaan kami.

Rasanya “seneng aja gitu” saat kita menyadari bahwa dalam kesederhanaan, kita sebenarnya sudah memiliki banyak hal yang diimpikan oleh orang lain.

Ridwansyah

Pendiri media Penulis Garut dan berprofesi sebagai full time writer. Penulis dapat disapa melalui laman Instagram @aaridwan16.